Krida Praja

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Ponorogo Siapkan Hari Santri 2026 dengan Konsep Milenial

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Ponorogo Siapkan Hari Santri 2026 dengan Konsep Milenial

BERITAPONOROGO.COM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tetap menyiapkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 meski harus menyesuaikan skala kegiatan dengan kondisi keuangan daerah. Perayaan tahun ini akan menggabungkan tradisi pesantren dengan konsep yang lebih dekat kepada generasi muda, mulai dari festival hadrah hingga pawai obor.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk meniadakan peringatan Hari Santri. Pemerintah daerah justru berupaya menjaga agar momentum tersebut tetap bermakna bagi masyarakat, terutama kalangan santri dan lingkungan pesantren.

“Walaupun ada efisiensi anggaran, HSN tetap kita laksanakan. Skalanya tentu disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah, karena pesantren dan santri di Ponorogo cukup banyak,” ujar Lisdyarita, Minggu (11/10/2026).

Sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk menyemarakkan HSN 2026. Rangkaian acara mencakup lomba tilawah Al-Qur’an, festival hadrah, lomba dai cilik, serta khatmil Al-Qur’an secara serentak di berbagai wilayah Ponorogo.

Pemkab Ponorogo juga merencanakan apel Hari Santri dan pawai obor sebagai bagian dari acara puncak. Selain itu, pemerintah daerah akan mempertahankan tradisi mengenakan busana ala santri selama sepekan untuk membangun suasana peringatan di tengah masyarakat.

Lisdyarita menyebut panitia ingin menghadirkan kegiatan yang menarik bagi anak muda tanpa menghilangkan nilai-nilai dan identitas santri.

“Kita siapkan acara yang bertema milenial, tapi tidak meninggalkan identitas santri itu sendiri,” katanya.

Konsep tersebut menjadi upaya untuk mempertemukan tradisi keagamaan dengan perkembangan generasi muda. Melalui kegiatan yang beragam, peringatan Hari Santri diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang untuk memperkuat kecintaan terhadap tradisi pesantren.

Pemkab Ponorogo juga ingin menjadikan HSN sebagai momentum kebersamaan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, kepanitiaan melibatkan berbagai unsur, termasuk kalangan muda.

Lisdyarita menegaskan bahwa peringatan Hari Santri merupakan milik seluruh warga Ponorogo, bukan hanya kalangan pesantren. Pendekatan tersebut sejalan dengan identitas Ponorogo sebagai daerah yang memiliki tradisi budaya dan kehidupan pesantren yang kuat.

HSN 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menempatkan santri sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa, baik melalui pendidikan, penguatan karakter, maupun kontribusi sosial di tengah masyarakat.

Di tengah penyesuaian anggaran, tantangan Pemkab Ponorogo adalah memastikan rangkaian kegiatan tetap berjalan efektif sekaligus mampu menjangkau masyarakat luas. Perayaan yang memadukan tradisi dan kreativitas generasi muda diharapkan dapat menjaga semangat Hari Santri tetap hidup di Bumi Reog.