Krida Praja

Bukan Sekadar Pameran, Forum Perempuan Bakorwil Madiun Jadi Panggung Potensi Ponorogo

Bukan Sekadar Pameran, Forum Perempuan Bakorwil Madiun Jadi Panggung Potensi Ponorogo

BERITAPONOROGO.COM: Produk UMKM, pertunjukan seni, dan kiprah organisasi perempuan mewarnai Forum Sinergi Perempuan se-Bakorwil I Madiun di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Rabu (14/10/2026). Menjadi tuan rumah forum tersebut, Ponorogo memanfaatkan momentum untuk menunjukkan kontribusi perempuan dalam menjaga budaya, menggerakkan ekonomi, dan membangun masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menilai perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, perempuan tidak cukup hanya menjadi penerima manfaat kebijakan, tetapi perlu mendapat kesempatan luas untuk berkarya dan mengambil bagian dalam proses pembangunan.

“Perempuan harus menjadi subjek, pelaku, dan penggerak pembangunan,” kata Lisdyarita.

Ia menegaskan, pemberdayaan perempuan harus berjalan seiring dengan penguatan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Perempuan yang memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan, kata dia, dapat memberi dampak lebih besar bagi lingkungan sekitarnya.

“Perempuan kuat akan melahirkan keluarga yang kuat. Keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang tangguh,” ujarnya.

Forum yang diikuti organisasi perempuan dari wilayah Bakorwil I Madiun itu menghadirkan beragam kegiatan. Bazar UMKM menampilkan produk kuliner, batik, dan kerajinan kreatif, sedangkan panggung seni menampilkan kemampuan perempuan dalam melestarikan budaya daerah.

Sejumlah pertunjukan turut memeriahkan kegiatan, di antaranya Reog Perempuan Sardulo Nareswari, paduan suara Gabungan Organisasi Wanita (GOW), tari kreasi Ponoragan dari Tim Penggerak PKK kecamatan, Parade Bhinneka Tunggal Ika dari Dharma Wanita Persatuan, serta senam kreasi Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi).

Penampilan tersebut memperlihatkan bahwa kiprah perempuan tidak terbatas pada satu bidang. Mereka turut menjaga tradisi, mengembangkan kreativitas, dan memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Lisdyarita juga mendorong organisasi perempuan se-Bakorwil I Madiun memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Ia berharap sinergi tersebut melahirkan program yang menjawab persoalan nyata, mulai dari pemberdayaan ekonomi, kesehatan perempuan dan anak, pencegahan stunting, hingga peningkatan literasi digital.

“Pembangunan tidak hanya sebatas fisik, tetapi juga tentang pembangunan sumber daya manusia. Perempuan harus cerdas dan tangguh, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, meningkatkan keterampilan, serta mengambil bagian dalam proses pembangunan,” tuturnya.

Plt Koordinator TP PKK se-Bakorwil I Madiun, Fitri Heru Wahono Santoso, mengatakan forum tersebut menjadi kesempatan bagi organisasi perempuan untuk bertukar pengalaman dan memperkuat kolaborasi. Ia berharap setiap organisasi dapat saling mendukung dalam mengembangkan potensi serta mencari solusi atas persoalan di masyarakat.

“Kalau ada potensi yang bisa dikembangkan, mari kita dukung bersama. Kalau ada masalah di masyarakat, mari hadir bersama mencari solusinya,” katanya.

Sekretaris TP PKK Jawa Timur, Nia Wayanti Ali, juga menekankan pentingnya kerja sama pemerintah dan organisasi perempuan. Menurutnya, organisasi perempuan memiliki kedekatan dengan keluarga dan lingkungan warga sehingga dapat membantu memperluas jangkauan program pemberdayaan.

Melalui forum ini, Ponorogo berharap kiprah perempuan semakin mendapat ruang dan dukungan. Kolaborasi lintas daerah juga diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut menjadi kegiatan nyata yang memperkuat ekonomi, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.