Krida Praja

Profil dan Rekam Jejak Lengkap 18 Pejabat yang Lolos Tiga Besar Seleksi Eselon II Ponorogo

foto ilustrasi dibuat menggunakan AI
foto ilustrasi dibuat menggunakan AI

BERITAPONOROGO.COM: Seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo kini telah memasuki babak akhir yang sangat penting.

Panitia Seleksi (Pansel) secara resmi mengumumkan 18 nama aparatur sipil negara (ASN) terbaik yang berhasil lolos ke tahap tiga besar. Kedelapan belas kandidat terpilih ini dipastikan akan saling adu rekam jejak, kompetensi, serta gagasan akhir guna memperebutkan 6 kursi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) strategis serta posisi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Harjono Ponorogo.

Seluruh peserta yang lolos ini sebelumnya telah melalui serangkaian uji kompetensi yang sangat ketat, mulai dari seleksi administrasi, uji gagasan atau penulisan makalah, asesmen kompetensi manajerial dan sosial kultural, hingga tahap wawancara akhir.

Sorotan pertama tertuju pada bursa perebutan kursi Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo yang menarik perhatian publik karena diisi oleh para profesional medis serta birokrat kesehatan berpengalaman luas.

Kandidat pertama adalah Anies Djaka Karyawan yang saat ini mengemban amanah sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, membawa bekal pengalaman manajerial kesehatan lintas daerah yang kuat serta pemahaman mendalam terkait tata kelola birokrasi kesehatan publik.

Kandidat kedua adalah Heni Lestari yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Harjono Ponorogo, seorang figur internal yang sangat memahami seluk-beluk operasional rumah sakit dan pernah menjadi garda terdepan penanganan krisis sebagai Kepala Bidang P2PM Dinkes Ponorogo.

Sementara itu, kandidat ketiga adalah Dr. Isna Rofiudin Ruslan yang berstatus sebagai Dokter Ahli Madya pada RSUD dr. Harjono Ponorogo, di mana ia merepresentasikan unsur tenaga fungsional medis murni yang sangat menguasai dinamika pelayanan klinis serta kebutuhan teknis operasional di lapangan.

Beralih ke sektor penanaman modal dan perizinan, persaingan ketat terjadi untuk memperebutkan kursi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ponorogo.

Posisi ini diperebutkan oleh Budi Darmawan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Ponorogo, yang memiliki keahlian mumpuni dalam hal transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola lelang proyek pemerintah.

Selanjutnya terdapat Etik Mudarifah selaku Sekretaris DPMPTSP Ponorogo yang merupakan pejabat karier internal yang sangat menguasai sistem perizinan terpadu dan pola kemudahan berusaha bagi para investor.

Nama ketiga dalam formasi ini adalah Toni Khristiawan yang saat ini bertugas sebagai Camat Kauman, membawa warna kepemimpinan kewilayahan yang terbiasa langsung melayani masyarakat serta menggerakkan potensi ekonomi mikro tingkat kecamatan.

Untuk sektor administrasi kependudukan yang menuntut ketelitian tinggi serta penguasaan manajemen data publik, bursa calon Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) juga diisi oleh figur-figur birokrat berpengalaman.

Mereka adalah Dwi Puspitorini yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPUPKP Ponorogo dengan rekam jejak kuat dalam merumuskan target kerja sektoral yang terukur.

Bersaing pula Erni Haris Mawanti yang saat ini memegang posisi Kepala Bagian Umum Setdakab Ponorogo dengan keahlian matang dalam tata kelola administrasi perkantoran, logistik, dan pelayanan pimpinan.

Melengkapi formasi ini adalah Hadi Priyanto yang menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerja Sama Setdakab Ponorogo, membawa pemahaman mendalam tentang regulasi pemerintahan daerah, penataan administrasi wilayah, serta diplomasi kelembagaan.

Tantangan besar dalam pemberdayaan tenaga kerja dan penanggulangan pengangguran turut mewarnai persaingan untuk posisi Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo.

Kandidat pertama di pos ini adalah Budi Jatmoko yang menjabat sebagai Sekretaris DPUPKP Ponorogo dengan kapasitas manajerial tingkat tinggi dalam mengoordinasikan program pembangunan berskala luas.

Di samping itu terdapat pula Hadi Rustiyono selaku Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Ponorogo yang memiliki rekam jejak panjang dalam program pemberdayaan sosial, fasilitasi keagamaan, serta penanganan kesejahteraan masyarakat.

Persaingan semakin kompetitif dengan hadirnya Setiyo Hari Sujatmiko yang saat ini bertugas sebagai Camat Sukorejo, membawa pengalaman kepemimpinan lapangan yang kuat dalam menghadapi dinamika sosial serta kepadatan penduduk yang tinggi.

Pada sektor peningkatan indeks literasi daerah dan manajemen data sejarah, tiga nama pejabat juga bersaing ketat memperebutkan kursi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip).

Ketiga kandidat tersebut meliputi Erny Prasetyaningsih yang menjabat sebagai Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Ponorogo dengan pengalaman luas dalam pengelolaan data sosial dan pelayanan publik berbasis komunitas.

Turut bersaing pula Mahmudah Reni Damayanti yang merupakan Kabid Perumahan dan Tata Bangunan DPUPKP Ponorogo dengan latar belakang teknis tata ruang serta ketertiban dokumentasi aset fisik.

Posisi ini turut diramaikan oleh Shandra Aji Hidayanto yang saat ini memegang tampuk kepemimpinan sebagai Camat Ponorogo di wilayah jantung perkotaan, membawa pengalaman manajerial kultural serta komunikasi publik yang matang dalam menghadapi berbagai komunitas literasi.

Posisi terakhir yang tidak kalah penting adalah Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo yang menuntut kehati-hatian, integritas tinggi, serta strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kursi strategis ini diperebutkan oleh Andri Hendhratmoyo selaku Camat Ngebel yang sukses memimpin kawasan wisata strategis Telaga Ngebel dan memahami siklus perputaran ekonomi lokal.

Bersaing pula Luhur Apidianto yang menjabat sebagai Sekretaris Bapperida Ponorogo, seorang perencana makro pembangunan yang sangat menguasai analisis kebijakan fiskal serta riset inovasi anggaran daerah.

Sebagai penutup daftar kandidat, hadir Yendri Supriyanto yang merupakan Kabid Akuntansi BPPKAD Ponorogo, seorang kandidat kuat dari internal badan keuangan yang sangat menguasai aspek teknis pembukuan keuangan negara, neraca aset daerah, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban APBD.

Dengan rampungnya pengumuman tiga besar ini, publik kini tinggal menanti keputusan akhir dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk melantik figur-figur terbaik yang dinilai paling layak mengemban amanah besar demi kemajuan Kabupaten Ponorogo ke depan.