Berita

UMPO dan ‘Aisyiyah Ponorogo Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis 3R

UMPO dan ‘Aisyiyah Ponorogo Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis 3R

BERITAPONOROGO.COM: Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) bersama Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Ponorogo mendorong pengelolaan sampah plastik yang lebih bertanggung jawab melalui program Green Aisyiyah Movement. Program ini mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah sejak dari sumber, serta mengembangkan pemanfaatan sampah yang berpotensi memiliki nilai ekonomi.

Tim dosen UMPO melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Green Aisyiyah Movement: Strategi Transformasi Pengelolaan Sampah Plastik Menuju Ponorogo Ramah Lingkungan dan Ekonomi Produktif” pada 5 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Ponorogo melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB).

Program ini berfokus pada peningkatan literasi lingkungan dan penguatan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah plastik dengan menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R), yakni mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang.

Sampah plastik masih menjadi persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penggunaan kantong plastik, botol minuman, dan kemasan makanan sekali pakai dapat menambah volume sampah apabila masyarakat tidak mengimbanginya dengan pengelolaan yang tepat.

Karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk menekan timbulan sampah plastik. Masyarakat perlu membiasakan diri mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah berdasarkan jenisnya, serta memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan.

Tim pelaksana mengemas kegiatan Green Aisyiyah Movement melalui edukasi, diskusi interaktif, dan praktik pengelolaan sampah. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta mempelajari dampak sampah plastik terhadap lingkungan sekaligus mengenali langkah-langkah sederhana yang dapat mereka terapkan di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

Peserta juga diajak mengidentifikasi persoalan sampah di lingkungan masing-masing dan mendiskusikan cara penanganan yang sesuai dengan kondisi setempat. Pendekatan partisipatif ini mendorong peserta terlibat aktif dalam memahami persoalan sekaligus mencari solusi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi salah satu kebiasaan yang perlu diperkuat. Dengan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, masyarakat dapat mempermudah proses pengolahan, penggunaan kembali, maupun daur ulang material yang masih memiliki manfaat.

Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga hingga organisasi masyarakat. Perubahan kebiasaan sehari-hari menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Green Aisyiyah Movement juga memperkuat peran ‘Aisyiyah dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui jejaring organisasi dan berbagai aktivitas kemasyarakatan, pengetahuan mengenai pengelolaan sampah diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus disebarluaskan kepada masyarakat sekitar.

Penguatan kapasitas kader lingkungan menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Kader diharapkan dapat mendorong masyarakat membangun kebiasaan mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah, dan mengelola limbah secara lebih konsisten.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat juga membuka ruang untuk mengembangkan edukasi lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pengetahuan dan pendampingan, sedangkan organisasi masyarakat dapat memperluas penerapan praktik pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Selain menekankan aspek pelestarian lingkungan, program ini memperkenalkan potensi pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Sampah tidak selalu berakhir sebagai material yang dibuang. Melalui pemilahan dan pengolahan yang tepat, sebagian jenis sampah dapat dimanfaatkan kembali atau disalurkan ke proses daur ulang. Upaya ini berpotensi mengurangi beban lingkungan sekaligus membuka peluang kegiatan produktif bagi masyarakat.

Meski demikian, pemanfaatan sampah membutuhkan kebiasaan memilah sejak awal, pengetahuan tentang cara pengolahan, serta dukungan pengelolaan yang sesuai. Dengan demikian, aspek ekonomi dapat berjalan beriringan dengan tujuan utama menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui sinergi UMPO dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Ponorogo, Green Aisyiyah Movement menjadi bentuk kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran serta keterampilan pengelolaan sampah plastik.

Program ini diharapkan mampu memperkuat budaya mengurangi, memilah, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah secara bertanggung jawab. Langkah tersebut sekaligus mendukung upaya mewujudkan Ponorogo yang lebih ramah lingkungan serta masyarakat yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Penulis:

Dr. Dwiana Binti Yulianti, M.Pd.

Dr. Dian Suluh Kusuma Dewi, M.AP.

Dra. Ekapti Wahjuni Djuwitaningsih, M.Si.