BERITAPONOROGO.COM: Peralatan untuk mendukung pembangunan proyek panas bumi (geothermal) di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, mulai berdatangan. Kehadiran peralatan tersebut menjadi bagian dari tahapan persiapan proyek geothermal yang dikembangkan PT Bakrie Darmakarya Energi (BDE) dengan rencana kapasitas pembangkit listrik mencapai 165 megawatt (MW).
Mantan Kepala Desa Gondowido, Baskoro Widha Mandala, S.Sos., mengatakan peralatan tersebut tiba secara bertahap. Menurut dia, sebagian peralatan sudah datang sekitar tiga hari sebelum keterangannya disampaikan.
“Sudah, Mas, tiga hari yang lalu,” kata Baskoro.
Ia menegaskan, kedatangan peralatan itu merupakan bagian dari tahapan pembangunan infrastruktur di kawasan proyek panas bumi.
“Ini tahapan pembangunan infrastruktur di lingkungan titik geothermal, Mas,” ujarnya.
Selain peluang penyerapan tenaga kerja lokal, masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek juga menaruh harapan terhadap program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Baskoro mengatakan, pengaturan CSR untuk proyek tersebut melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia menyebut masyarakat yang tinggal paling dekat dengan lokasi proyek menjadi salah satu kelompok yang diutamakan sebagai penerima manfaat.
“CSR sudah diatur oleh Kementerian ESDM, Mas, utamanya CSR untuk masyarakat terdekat lokasi,” ungkap Baskoro.
Menurut Baskoro, program itu diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan proyek, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan pengembangan geothermal.
Meski demikian, rincian mengenai bentuk bantuan, mekanisme penyaluran, kriteria penerima, serta jadwal pelaksanaan CSR masih perlu dikonfirmasi kepada Kementerian ESDM dan pihak PT Bakrie Darmakarya Energi.
Baskoro juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur di sekitar kawasan geothermal menjadi bagian dari komitmen Kementerian ESDM.
“Dan komitmen pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar geothermal ditanggung Kementerian ESDM,” katanya.
Pembangunan infrastruktur di kawasan proyek diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan pengembangan panas bumi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Namun, jenis infrastruktur yang akan dibangun, lokasi pengerjaan, nilai anggaran, dan jadwal realisasinya belum dijelaskan secara terperinci. Karena itu, informasi mengenai komitmen tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak Kementerian ESDM maupun pengembang proyek.
Baskoro menilai proyek geothermal di Gondowido berpotensi membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat. Penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu manfaat yang diharapkan muncul seiring berjalannya tahapan pembangunan.
Keterlibatan warga lokal dinilai penting agar masyarakat di sekitar proyek turut merasakan dampak ekonomi dari pengembangan energi panas bumi tersebut.
Selain kesempatan kerja, warga juga berharap program CSR dan pembangunan infrastruktur dapat dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, serta memperhatikan kebutuhan masyarakat yang tinggal paling dekat dengan lokasi kegiatan.
Realisasi manfaat tersebut akan menjadi salah satu aspek penting dalam hubungan antara pengembang proyek dan masyarakat sekitar.
PT Bakrie Darmakarya Energi mengembangkan proyek panas bumi di kawasan Ngebel dengan rencana kapasitas pembangkit listrik sebesar 165 MW.
Energi panas bumi merupakan salah satu sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan listrik. Namun, pengembangan proyek panas bumi membutuhkan sejumlah tahapan, mulai dari persiapan infrastruktur hingga kegiatan teknis sesuai perizinan dan rencana kerja.
Kedatangan peralatan di Gondowido menjadi informasi awal mengenai perkembangan persiapan proyek. Akan tetapi, kedatangan peralatan tersebut tidak serta-merta menandakan kegiatan pengeboran telah dimulai.
Perkembangan selanjutnya, termasuk jadwal pengeboran, tahapan pembangunan, serta rencana pelaksanaan program CSR, masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi dari pihak pengembang dan instansi terkait.
Masyarakat berharap pengembangan geothermal di Ngebel dapat berjalan dengan memperhatikan aspek lingkungan, keterbukaan informasi, dan kepentingan warga sekitar. Dengan demikian, proyek energi tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan listrik, tetapi juga memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat Ponorogo.




