BERITAPONOROGO.COM: Kekeringan yang melanda Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menambah wilayah penerima bantuan air bersih di sejumlah desa pada Senin (12/10/2026) untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan perluasan distribusi menyasar sejumlah wilayah di Kecamatan Sawoo dan Slahung. BPBD juga menambah jadwal pengiriman air bersih seiring bertambahnya laporan warga yang membutuhkan bantuan.
Di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, kekeringan yang sebelumnya terjadi di Dukuh Gondang kini meluas ke Dukuh Salam dan Ngengor.
Dengan rincian Dukuh Gondang terdampak sebanyak 18 kepala keluarga (KK) atau 50 jiwa. Di Dukuh Salam, kekeringan berdampak pada 16 KK atau 46 jiwa. Sementara itu, Dukuh Ngengor mencatat 14 KK atau 39 jiwa yang tersebar di dua rukun tetangga (RT).
“Wilayah yang membutuhkan distribusi air bersih terus bertambah. Di Desa Tumpuk, yang awalnya hanya Dukuh Gondang, kini meluas ke Dukuh Salam dan Ngengor. Kami juga menerima laporan dari sejumlah dukuh lain yang membutuhkan pasokan air bersih,” kata Masun, sebagaimana dikutip Gema Surya FM, Senin (12/10/2026).
Selain Desa Tumpuk, BPBD menerima laporan kebutuhan air bersih dari Dukuh Krajan, Desa Menggare, serta Dukuh Ngemplak, Desa Sawoo.
Di Dukuh Krajan, Desa Menggare, kebutuhan bantuan mencakup dua RT. Masing-masing wilayah terdampak sebanyak 16 KK atau 64 jiwa dan 13 KK atau 52 jiwa. Sementara itu, di Dukuh Ngemplak, Desa Sawoo, bantuan diperlukan bagi 20 KK atau 62 jiwa.
BPBD menjadwalkan pengiriman air bersih menggunakan armada tangki untuk menjangkau lokasi-lokasi tersebut. Langkah ini bertujuan menjaga ketersediaan air bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hingga 12 Oktober 2026, distribusi air bersih BPBD Ponorogo telah menjangkau 10 dukuh di delapan desa yang tersebar di enam kecamatan.
Sementara itu, BPBD menghentikan distribusi bantuan di Dukuh Kroyo, Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung. Warga setempat telah memperoleh solusi permanen berupa jaringan pipanisasi yang didukung penyediaan sumber air dan tandon.
Perluasan distribusi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Ponorogo. Pemantauan kondisi lapangan dan penyaluran bantuan secara terjadwal menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.




