Berita

Ombudsman Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Ponorogo, Radian Syam Puji Fasilitas Kamar dan Siswa

Ombudsman Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Ponorogo, Radian Syam Puji Fasilitas Kamar dan Siswa

BERITAPONOROGO.COM: Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Radian Syam, mengapresiasi kebersihan kamar dan kelengkapan fasilitas siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Ponorogo. Namun, ia juga mendorong percepatan pembangunan gedung permanen agar siswa yang saat ini masih dititipkan di Madiun dapat segera belajar di daerah sendiri.

Radian menyampaikan hal tersebut saat meninjau fasilitas Sekolah Rakyat di Ponorogo, Rabu (14/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia melihat langsung kondisi kamar siswa, tempat tidur, seragam, sepatu, serta sejumlah fasilitas pendukung kegiatan pendidikan.

Menurut Radian, fasilitas yang tersedia saat ini sudah sangat memadai. Ia juga mengapresiasi kebersihan kamar dan kelengkapan perlengkapan siswa yang menunjang kebutuhan mereka selama mengikuti pendidikan.

“Secara fasilitas cukup, sudah sangat memadai,” kata Radian Syam seusai meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Ponorogo.

Ia mengaku terkesan dengan banyaknya perlengkapan yang disediakan bagi siswa, terutama seragam dan sepatu untuk menunjang berbagai aktivitas.

“Saya juga tidak menyangka ternyata sepatunya luar biasa. Ada tiga, kalau tidak salah, sepatu olahraga, pantofel, kemudian sepatu PDH. Seragam juga ada berapa banyak, lumayan banyak. Ada delapan,” ujarnya.

Radian menilai kelengkapan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan siswa, baik untuk kegiatan belajar maupun aktivitas lain di lingkungan sekolah.

Selain meninjau kamar dan perlengkapan siswa, Radian Syam melihat sejumlah kegiatan pendukung pendidikan, termasuk pelatihan beternak ayam petelur dan pengelolaan kolam ikan di lingkungan Sekolah Rakyat Ponorogo.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas program pendamping, tetapi terus dikembangkan untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis dan jiwa kewirausahaan.

Menurut Radian, pendidikan di Sekolah Rakyat perlu memberikan bekal yang dapat dimanfaatkan siswa untuk mengembangkan kemampuan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Harapannya jangan berhenti sampai di sini. Artinya, anak-anak juga punya keahlian, itu harus kita kembangkan,” ungkapnya.

Ia juga berharap program keterampilan dan kewirausahaan tetap berjalan ketika Sekolah Rakyat menempati gedung permanen nantinya. Dengan begitu, siswa tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga kesempatan mengembangkan kemampuan di bidang produktif.

“Ketika pindah ke yang permanen, untuk wirausahanya masih bisa dipertahankan. Biar kemudian ada semangat lagi dari anak-anak kita untuk terus belajar,” kata Radian.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan di Ponorogo, pihaknya belum menemukan kendala berarti dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang ditinjau tersebut.

“Sejauh kita melihat pemantauan di Sekolah Rakyat di Ponorogo, alhamdulillah tidak ada kendala-kendala yang berarti,” ujarnya.

Meski mengapresiasi fasilitas yang tersedia, Radian menegaskan bahwa percepatan pembangunan gedung permanen tetap menjadi perhatian. Keberadaan gedung permanen dinilai penting agar pengembangan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai kebutuhan dan siswa yang masih berada di Madiun bisa segera dipindahkan ke Ponorogo.

Radian menyatakan Ombudsman akan menyampaikan hasil pemantauan tersebut kepada kementerian terkait, khususnya Kementerian Sosial, agar proses pembangunan dapat dipercepat.

“Kami akan coba sampaikan ke kementerian terkait untuk setidaknya dipercepat proses pembangunannya, pembangunan barunya, biar yang dititipkan itu juga bisa segera dipindahkan,” jelasnya.

“Jadi, kami akan sampaikan nanti ke Menteri Sosial untuk secepatnya bisa dilaksanakan pembangunan permanen di Ponorogo,” tegas Radian.

Radian memahami bahwa proses pembangunan masih berjalan. Karena itu, ia berharap tahapan yang telah direncanakan dapat terus ditindaklanjuti sehingga target pemerintah dapat tercapai.

“Lagi proses. Semuanya proses, karena memang akan ada beberapa target. Setidaknya kami berharap capaian target dari Kementerian Sosial, dari pemerintah, itu bisa dilaksanakan. Setidaknya tahun depan proses tersebut bisa terus berjalan,” katanya.

Ia menegaskan, kunjungan ke Ponorogo secara khusus bertujuan memantau perkembangan Sekolah Rakyat, termasuk mengidentifikasi kemungkinan kendala yang membutuhkan tindak lanjut pemerintah pusat.

“Kalau misalkan memang ada kendala, kami bisa ketahui kendalanya di mana, biar paling tidak kami bisa memberikan rekomendasi kepada kementerian terkait untuk segera menyelesaikan kendala-kendala tersebut,” ujarnya.

Sebelum menuju lokasi Sekolah Rakyat, Radian Syam terlebih dahulu transit di Rumah Dinas Bupati Ponorogo. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, kemudian mendampingi dan mengantarnya menuju lokasi peninjauan.

Dalam kunjungan tersebut, Radian melihat langsung kondisi fasilitas siswa sekaligus kegiatan pendukung pendidikan yang telah berjalan.

Peninjauan itu menjadi bagian dari pemantauan terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Ponorogo. Ombudsman tidak hanya melihat kondisi fasilitas yang telah digunakan, tetapi juga menyoroti keberlanjutan program keterampilan siswa dan percepatan pembangunan gedung permanen.