Krida Praja

Penjurian Ponorogo Inotek Award 2026 Masuk Lima Besar, Finalis Siap Adu Inovasi di Hadapan Juri

LUHUR APIDIANTO, Plt Kepala Bapperida Kabupaten Ponorogo(Foto: Istimewa)
LUHUR APIDIANTO, Plt Kepala Bapperida Kabupaten Ponorogo(Foto: Istimewa)

BERITAPONOROGO.COM: Penjurian Ponorogo Inotek Award 2026 memasuki babak lima besar. Setelah melalui proses seleksi terhadap 77 peserta, para finalis di masing-masing kategori kini bersiap memaparkan inovasinya di hadapan tim juri.

Tahap lima besar menjadi fase penting karena dari sinilah penilaian akan semakin mengerucut sebelum pemenang ditetapkan. Para peserta tidak hanya dituntut memiliki gagasan inovatif, tetapi juga harus mampu membuktikan penerapan, manfaat, dampak, serta keberlanjutan inovasinya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Ponorogo, Luhur Apidianto, mengatakan proses penjurian saat ini telah memasuki tahap lima besar.

“Sekarang sudah masuk tahapan lima besar. Nanti mereka akan mengikuti paparan dan proses penjurian. Setelah seluruh proses selesai, pemenangnya akan diumumkan pada puncak kegiatan,” kata Luhur.

Lima Besar Mulai Diuji Lewat Paparan

Pada tahap penjurian ini, masing-masing finalis akan mendapatkan waktu maksimal 30 menit untuk mempresentasikan inovasinya.

Waktu tersebut terdiri atas 10 menit untuk presentasi, lima menit pemutaran video inovasi, dan 15 menit sesi tanya jawab dengan tim juri.

Melalui paparan tersebut, peserta akan diminta menjelaskan berbagai aspek inovasinya, mulai dari persoalan yang melatarbelakangi inovasi, unsur kebaruan, komitmen dan manajerial, manfaat serta dampak, hingga kolaborasi dan peluang replikasi.

Dengan demikian, tahap lima besar bukan hanya menjadi ruang presentasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi juri untuk menggali lebih jauh sejauh mana inovasi benar-benar diterapkan.

Nilai Kematangan Jadi Bagian Penting Penilaian

Ponorogo Inotek Award 2026 tidak semata-mata menilai siapa yang memiliki ide paling menarik. Kematangan inovasi menjadi salah satu komponen utama dalam menentukan hasil akhir.

Berdasarkan mekanisme penilaian, nilai akhir terdiri atas 60 persen nilai kematangan inovasi dan 40 persen nilai paparan inovasi.

Penilaian kematangan mencakup sejumlah indikator, antara lain regulasi, sumber daya manusia, penerapan, manfaat, dampak, dan keberlanjutan inovasi.

Inovasi peserta juga harus memberikan manfaat bagi daerah atau masyarakat, memiliki peluang untuk direplikasi, serta telah mulai diterapkan pada periode 2024–2026.

Karena itu, para finalis harus mampu menunjukkan bukti bahwa inovasi yang dibawa ke hadapan juri bukan sekadar konsep, melainkan telah memiliki penerapan dan memberikan manfaat.

Enam Juri Akan Menilai Para Finalis

Proses penjurian lima besar melibatkan enam orang juri dari berbagai latar belakang.

Komposisinya terdiri atas satu orang dari BRIDA Jawa Timur, dua orang dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo, dua orang dari kalangan akademisi, dan satu orang dari unsur media.

Kehadiran enam juri dengan latar belakang berbeda diharapkan memberikan sudut pandang yang beragam terhadap inovasi yang dipresentasikan peserta.

Unsur BRIDA Jawa Timur memberikan perspektif riset dan pengembangan inovasi. Juri dari Pemkab Ponorogo menilai aspek penerapan dan manfaat inovasi dalam pemerintahan maupun pelayanan publik.

Sementara itu, akademisi memberikan perspektif keilmuan dan pengembangan inovasi. Adapun unsur media dapat melihat bagaimana inovasi dikomunikasikan, dipahami, serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Jika diperlukan, tim juri juga memiliki ruang untuk melakukan fact finding atau kunjungan lapangan guna melihat langsung penerapan inovasi.

77 Peserta Mengikuti Enam Kategori

Ponorogo Inotek Award 2026 diselenggarakan Pemkab Ponorogo melalui Bapperida sebagai wadah pengembangan inovasi dan teknologi daerah.

Sebanyak 77 peserta mengikuti kompetisi yang terbagi dalam enam kategori, yakni perangkat daerah, bidang kesehatan, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, serta pemerintahan desa.

Cakupan kategori tersebut membuat inovasi yang dinilai berasal dari berbagai sektor, mulai dari birokrasi dan pelayanan publik hingga kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan desa.

Ajang ini sekaligus diarahkan untuk memberikan apresiasi kepada para inovator serta mendorong lahirnya inovasi yang mampu menyelesaikan persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memperkuat daya saing daerah.

Pemenang Diumumkan 6 November

Setelah proses penjurian lima besar selesai, pemenang Ponorogo Inotek Award 2026 akan diumumkan dalam malam penganugerahan yang direncanakan berlangsung pada 6 November 2026 di panggung utama Alun-Alun Ponorogo.

Sebelum penganugerahan, rangkaian kegiatan akan diawali Expo Inotek pada 3–5 November 2026.

Expo tersebut akan menjadi ruang untuk memperkenalkan inovasi peserta kepada masyarakat. Kegiatan juga akan melibatkan UMKM yang memiliki inovasi, khususnya dari sektor ekonomi kreatif.

Malam penganugerahan nantinya juga dirangkaikan dengan dua agenda apresiasi lainnya, yakni Penganugerahan Wajib Pajak Teladan dan Penganugerahan Juara Festival Musik Remaja.

Dengan masuknya proses penjurian ke tahap lima besar, persaingan Ponorogo Inotek Award 2026 kini memasuki fase penentuan. Para finalis akan diuji melalui paparan dan pendalaman oleh tim juri sebelum hasil akhir ditetapkan.

Pemenang nantinya akan diumumkan pada malam penganugerahan 6 November 2026 di Alun-Alun Ponorogo.