Krida Praja

Lisdyarita Pacu Persiapan Ponorogo Menuju Swasti Saba Wistara 2027, OPD Diminta Bergerak

Lisdyarita Pacu Persiapan Ponorogo Menuju Swasti Saba Wistara 2027, OPD Diminta Bergerak

BERITAPONOROGO.COM: Pemerintah Kabupaten Ponorogo mulai memperkuat langkah lintas sektor untuk meningkatkan kesiapan menghadapi penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2027. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mengevaluasi program masing-masing, terutama indikator kesehatan yang masih membutuhkan pembenahan, guna mengejar penghargaan Swasti Saba Wistara.

Upaya tersebut menuntut keterlibatan berbagai perangkat daerah karena penilaian Kabupaten/Kota Sehat tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga menyangkut lingkungan, sanitasi, dan kualitas pelayanan publik.

Dalam koordinasi yang berlangsung pada Selasa (6/10/2026), Lisdyarita meminta setiap OPD menginventarisasi capaian program sekaligus mengidentifikasi kendala yang dapat menghambat pemenuhan indikator penilaian.

Ia juga mendorong setiap perangkat daerah memaparkan program dan hasil pelaksanaannya agar pemerintah kabupaten dapat menentukan langkah perbaikan secara lebih terarah.

“Seluruh OPD harus segera membenahi dan menyinkronkan program lintas sektor. Masing-masing dinas juga diminta mempresentasikan kegiatannya agar indikator yang masih kurang bisa segera dipenuhi,” kata Lisdyarita.

Salah satu persoalan yang masuk dalam pembahasan ialah indikator angka kematian bayi (AKB). Pemerintah Kabupaten Ponorogo menaruh perhatian pada capaian indikator tersebut sebagai bagian dari evaluasi program kesehatan daerah.

Lisdyarita menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menjalankan sejumlah upaya untuk menekan angka kematian bayi. Namun, ia menilai masih ada aspek penilaian yang perlu mendapat perhatian agar capaian daerah dapat tergambar secara proporsional.

Menurutnya, pemerintah perlu melihat kesesuaian antara pelaksanaan program, data capaian, dan indikator yang digunakan dalam proses penilaian. Evaluasi tersebut diharapkan membantu pemerintah daerah menentukan prioritas pembenahan.

Meski demikian, penanganan angka kematian bayi tetap membutuhkan upaya berkelanjutan melalui peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, penguatan pemantauan kehamilan, serta akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.

Pemkab Ponorogo mendorong setiap perangkat daerah memperkuat koordinasi agar program yang berjalan tidak terpisah-pisah. Sinkronisasi diperlukan supaya kegiatan masing-masing OPD memberikan kontribusi terhadap target Kabupaten/Kota Sehat.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa indikator yang telah terpenuhi tetap terjaga, sedangkan aspek yang masih lemah memperoleh perhatian lebih besar dalam perencanaan berikutnya.

Langkah tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Pemkab Ponorogo untuk mengevaluasi efektivitas program kesehatan, kebersihan lingkungan, sanitasi, dan pelayanan masyarakat.

Target meraih Swasti Saba Wistara 2027 menjadi salah satu pendorong bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi dan memperbaiki pelaksanaan program lintas sektor.

Namun, keberhasilan Kabupaten/Kota Sehat tidak cukup diukur dari kelengkapan dokumen atau pencapaian penghargaan. Pemerintah juga perlu memastikan program yang dijalankan memberikan manfaat nyata, seperti lingkungan permukiman yang lebih sehat, akses sanitasi yang memadai, serta pelayanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau.

Karena itu, Pemkab Ponorogo perlu mengawal setiap rencana perbaikan dengan indikator yang terukur dan evaluasi berkala. Dengan pendekatan tersebut, persiapan menuju Swasti Saba Wistara 2027 diharapkan sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.