BERITAPONOROGO.COM: Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat koordinasi dan membenahi program masing-masing untuk mengejar predikat Swasti Saba Wistara 2027.
Langkah itu dilakukan setelah Ponorogo disebut telah kehilangan predikat Wistara dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) selama beberapa tahun. Pemkab kini mulai memetakan kembali berbagai indikator yang harus dipenuhi untuk menghadapi penilaian tahun depan.
Lisdyarita mengatakan program Kabupaten/Kota Sehat tidak hanya berkaitan dengan sektor kesehatan. Berbagai program di masing-masing OPD memiliki keterkaitan dan dapat memengaruhi pencapaian indikator KKS.
Karena itu, setiap OPD diminta mempresentasikan program dan capaian masing-masing. Data tersebut kemudian dipetakan untuk mengetahui indikator yang sudah terpenuhi maupun yang masih membutuhkan pembenahan.
“Kabupaten Sehat ini tidak hanya kesehatan. Ada berbagai aspek dan program antardinas yang saling berkaitan dan bersinggungan,” kata Lisdyarita, Selasa (28/9/2026).
Angka Kematian Bayi Jadi Perhatian
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Pemkab Ponorogo dalam persiapan penilaian KKS adalah indikator angka kematian bayi (AKB).
Lisdyarita menilai upaya pemerintah daerah dalam menekan angka tersebut perlu mendapat perhatian dalam mekanisme penilaian. Menurutnya, Ponorogo telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka kematian bayi.
Ia berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kondisi dan karakteristik masing-masing daerah dalam memberikan penilaian.
“Upaya kami menurunkan angka kematian bayi seharusnya tetap diperhitungkan sebagai capaian,” tegas Lisdyarita.
Selain AKB, persoalan angka kematian ibu (AKI) juga menjadi salah satu tantangan yang disoroti Pemkab Ponorogo dalam upaya meningkatkan indikator kesehatan daerah.
OPD Diminta Tidak Berjalan Sendiri
Lisdyarita menekankan bahwa pencapaian Kabupaten/Kota Sehat membutuhkan kerja lintas sektor. OPD tidak bisa menjalankan program secara sendiri-sendiri karena sejumlah indikator saling berkaitan.
Pemkab Ponorogo kini mendorong masing-masing OPD melakukan evaluasi terhadap program yang sudah berjalan sekaligus memperbaiki penyajian data capaian kinerja.
Langkah tersebut diharapkan membuat program yang berkaitan dengan Kabupaten/Kota Sehat lebih terukur dan mudah dipetakan berdasarkan indikator penilaian.
“Kolaborasi lintas dinas menjadi kunci utama agar target di tahun 2027 dapat terealisasi dengan baik,” ujar Lisdyarita.
Target Wistara 2027
Pemkab Ponorogo menargetkan dapat kembali meraih Swasti Saba Wistara pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, pembenahan dilakukan tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga berbagai aspek yang masuk dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat.
Lisdyarita menegaskan, Kabupaten/Kota Sehat bukan sekadar mengejar penghargaan. Menurutnya, penilaian tersebut juga menjadi gambaran mengenai sejauh mana daerah mampu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Dengan evaluasi lintas OPD dan sinkronisasi program, Pemkab Ponorogo berharap berbagai indikator yang masih menjadi pekerjaan rumah dapat segera dibenahi sebelum penilaian Swasti Saba Wistara 2027.



