Berita

Kebakaran Hutan Gunung Sadranan Slahung Ponorogo Dipadamkan, 1 Hektare Lahan Perhutani Terbakar

Kebakaran Hutan Gunung Sadranan Slahung Ponorogo Dipadamkan, 1 Hektare Lahan Perhutani Terbakar

BERITAPONOROGO.COM: Kebakaran melanda kawasan hutan Perhutani RPH Slahung di Gunung Sadranan, Desa Broto, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Minggu (21/6/2026). Api membakar sekitar 1 hektare lahan yang ditumbuhi tegakan pohon alba dan ilalang.

Babinsa Desa Broto Koramil 0802/10 Slahung Serka Komari Rudiyanto bersama Bhabinkamtibmas Polsek Slahung, petugas Perhutani, dan warga bergerak melakukan pemadaman sejak sekitar pukul 09.30 WIB.

Petugas terlebih dahulu melokalisasi titik api agar tidak merambat ke kawasan hutan lainnya. Mereka membuat pemisah pada area yang ditumbuhi belukar dan ilalang sebelum memadamkan api secara bersama-sama menggunakan peralatan sederhana yang tersedia.

Upaya tersebut berhasil menghentikan penyebaran api. Tim gabungan kemudian menyelesaikan pemadaman sekitar pukul 11.30 WIB.

Serka Komari Rudiyanto mengatakan kondisi hutan selama musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran. Ilalang dan tanaman perdu yang mengering di bawah tegakan pohon alba menjadi material yang mudah terbakar.

“Saat musim kemarau seperti ini memang rentan kebakaran hutan di wilayah kami. Maklum tanaman perdu di bawah pohon-pohon Alba milik Perhutani RPH Slahung ini berupa alang-alang yang mudah terbakar. Menyadari kondisi seperti ini, kami bersama Bhabinkamtibmas, Petugas Perhutani dan warga masyarakat Desa Broso telah siap mengatasi kebakaran hutan agar tidak meluas,” ucapnya.

Menurut Serka Komari, koordinasi cepat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas. Warga yang menemukan titik api segera melaporkannya melalui grup komunikasi masyarakat sehingga petugas dapat langsung bergerak.

“Kuncinya adalah koordinasi, siapapun di antara kami komponen masyarakat Desa Broto bila melihat kebakaran hutan segera menyampaikan di grup-grup komunikasi. Selanjutnya dilaksanakan pemadaman lahan hutan yang terbakar secara terkoordinir,” jelasnya.

Ia menjelaskan, tim juga menggunakan metode sederhana untuk membatasi pergerakan api di kawasan hutan.

“Menggunakan peralatan tradisional yang tersedia di alam hutan, kita lokalisir potensi kebakaran, lalu dengan hati-hati kami padamkan api,” tegasnya.

Kebakaran terjadi di kawasan Perhutani RPH Slahung pada koordinat 8.025252018S-111.4009991E. Area yang terbakar mencapai sekitar 1 hektare dengan vegetasi berupa tegakan pohon alba dan ilalang.

Serka Komari menegaskan bahwa tindakan awal dengan membuat sekat atau pemisah pada area yang terbakar membantu mencegah api menjalar melalui belukar dan ilalang yang kering.

Selain Babinsa Broto, Bhabinkamtibmas Polsek Slahung, dua petugas Perhutani, serta sejumlah warga Desa Broto turut membantu proses pemadaman.

Kerja sama seluruh unsur tersebut membuat api tidak meluas dan seluruh titik kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.30 WIB.

Kondisi kemarau yang membuat vegetasi hutan mengering tetap membutuhkan kewaspadaan masyarakat. Warga diminta segera melaporkan jika menemukan asap atau titik api di kawasan hutan agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas.