Ekonomi

Ekonomi Ponorogo Jadi Sorotan: 13 Ribu Kebutuhan Tenaga Kerja, Pengangguran Turun, Harga Ayam Sempat Melonjak

Ekonomi Ponorogo Jadi Sorotan: 13 Ribu Kebutuhan Tenaga Kerja, Pengangguran Turun, Harga Ayam Sempat Melonjak

BERITAPONOROGO.CO, 9 Oktober 2026 — Perkembangan ekonomi Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menjadi perhatian setelah pemerintah daerah menggelar bursa kerja dengan menyediakan lebih dari 13 ribu kebutuhan tenaga kerja. Di sisi lain, kenaikan harga sejumlah kebutuhan sehari-hari dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha turut menjadi catatan dalam menjaga daya beli masyarakat.

Salah satu perkembangan terbaru adalah pelaksanaan Job Fair Ponorogo 2026 pada 29–30 September di Ponorogo City Center (PCC). Berdasarkan pemberitaan ANTARA, kegiatan tersebut melibatkan 69 perusahaan dari berbagai sektor, termasuk manufaktur, industri kreatif, ritel, dan perbankan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Sugiarto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.

“Job fair ini menjadi salah satu upaya agar efektivitas antara penerima kerja dan angkatan kerja bisa bertemu langsung, sehingga mendapatkan informasi dan akses dengan lebih mudah,” kata Agus, sebagaimana dikutip ANTARA pada 29 September 2026.

Pada hari pertama, sekitar 4.500 pencari kerja telah mendaftar. Dari total perusahaan peserta, 38 perusahaan membuka stan secara langsung, sedangkan 31 perusahaan lainnya mengikuti kegiatan secara daring.

Pemerintah daerah juga menyediakan 151 posisi yang dapat diisi penyandang disabilitas, dengan persyaratan mengikuti ketentuan masing-masing perusahaan.

Tingkat Pengangguran Terbuka Turun Menjadi 3,85 Persen

Pemerintah Kabupaten Ponorogo mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 4,19 persen menjadi 3,85 persen. Penurunan ini menjadi perkembangan positif, meskipun akses terhadap pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan persyaratan pencari kerja masih menjadi tantangan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ponorogo, Henry Indra Wardana, menjelaskan bahwa bursa kerja memberi kesempatan kepada pencari kerja untuk memperoleh informasi lowongan sekaligus mengikuti wawancara langsung dengan perusahaan.

“Tujuan job fair ini untuk mempertemukan langsung antara pencari kerja dengan pemberi kerja. Interview atau wawancara juga bisa langsung dilakukan di tempat,” ujar Henry dalam pemberitaan ANTARA.

Namun, pelaksanaan bursa kerja juga menemukan kendala berupa batas usia yang diberlakukan sejumlah perusahaan. Persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan serupa berikutnya.

Pertumbuhan Ekonomi Ponorogo Mencapai 5,37 Persen

Dari sisi makroekonomi, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ponorogo yang dirilis pada 2 Maret 2026 mencatat perekonomian daerah tumbuh sebesar 5,37 persen sepanjang 2025.

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi berdasarkan lapangan usaha, yakni 11,26 persen. Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyumbang terbesar struktur ekonomi daerah, dengan kontribusi 24,39 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Angka tersebut memperlihatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan sektor jasa, perdagangan, kuliner, dan pariwisata dengan penguatan pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi, bagaimanapun, perlu diikuti penciptaan pekerjaan yang berkelanjutan dan peningkatan pendapatan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Harga Ayam Naik, Pedagang dan Pelaku Kuliner Terdampak

Selain kesempatan kerja, perkembangan harga bahan pangan juga menjadi perhatian masyarakat. Dalam laporan RRI pada 15 Agustus 2026, harga daging ayam di Pasar Legi Ponorogo dilaporkan meningkat dari kisaran Rp28.000–Rp29.000 menjadi Rp39.000 per kilogram.

Pedagang ayam di Pasar Legi, Sri Dwi, mengungkapkan bahwa kenaikan berlangsung secara bertahap.

“Setiap hari naik. Waktu liburan sekolah itu harganya Rp28 ribu, Rp29 ribu. Hari ini Rp39 ribu, naiknya bertahap,” ujar Sri Dwi kepada RRI pada 15 Agustus 2026.

Ia mengatakan kenaikan tersebut turut dikeluhkan konsumen, terutama pedagang makanan yang menggunakan ayam sebagai bahan baku.

“Pastilah mengeluh konsumennya. Apalagi yang jualan seperti mie ayam itu pasti ngeluh karena modalnya tambah,” katanya.

Sri Dwi juga menyebut dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga tersebut. Karena itu, laporan tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa harga ayam masih berada di angka Rp39.000 per kilogram pada Oktober 2026. Harga terkini perlu diperiksa kembali melalui pemantauan pasar.

Menjaga Daya Beli dan Memperkuat Usaha Lokal

Pemerintah daerah juga perlu menjaga ketersediaan kebutuhan pokok agar perubahan harga tidak terlalu membebani rumah tangga. Pada Maret 2026, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Ponorogo bersama Badan Pangan Nasional melakukan inspeksi harga dan keamanan pangan di Pasar Legi Songgolangit.

Pemantauan saat itu mencatat harga cabai rawit sekitar Rp90.000 per kilogram, ayam karkas Rp38.000 per kilogram, bawang merah Rp35.000 per kilogram, dan bawang putih Rp29.000 per kilogram. Angka tersebut merupakan catatan pada 3 Maret 2026, bukan harga pasar terkini.

Penguatan UMKM, peningkatan produktivitas pertanian, dan perluasan akses kerja menjadi langkah penting untuk menjaga perputaran ekonomi daerah. Pelaku usaha juga membutuhkan akses pemasaran yang lebih luas serta kemampuan menyesuaikan biaya produksi agar tetap kompetitif.

Tantangan Ekonomi Ponorogo ke Depan

Sejumlah indikator menunjukkan adanya peluang sekaligus tantangan bagi perekonomian Ponorogo. Pertumbuhan ekonomi 5,37 persen pada 2025 dan penurunan TPT menjadi 3,85 persen merupakan perkembangan positif. Namun, jumlah kebutuhan tenaga kerja yang ditawarkan dalam bursa kerja tidak otomatis berarti seluruh posisi tersebut telah terisi atau seluruh pencari kerja memperoleh pekerjaan.

Ke depan, keberhasilan pembangunan ekonomi perlu dilihat dari kualitas pekerjaan, kestabilan harga kebutuhan pokok, pertumbuhan usaha lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan memperkuat sektor produktif dan memperluas kesempatan kerja, Ponorogo diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan manfaat pembangunan dirasakan oleh masyarakat secara lebih merata.