BERITAPONOROGO.COM: Kemarau panjang mulai memukul ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo. Sebanyak 36 kepala keluarga atau sekitar 75 warga Dusun Gupit, Desa Caluk, Kecamatan Slahung, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga BPBD Kabupaten Ponorogo turun menyalurkan bantuan air, Jumat (25/9/2026).
Kondisi tersebut membuat warga harus menghadapi keterbatasan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. BPBD Ponorogo kemudian mengirimkan suplai air bersih ke Dusun Gupit sebagai langkah penanganan terhadap dampak kemarau.
Proses distribusi air mendapat pengawalan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat Desa Caluk. Mereka memastikan bantuan yang datang dari BPBD dapat diterima warga secara tertib dan merata.
Babinsa Desa Caluk, Serka Suhadi, mengatakan kemarau panjang membuat ketersediaan air bersih di Dusun Gupit semakin terbatas.
“Musim kemarau panjang menyebabkan ketersediaan air bersih di Desa Caluk, khususnya Dusun Gupit, mengalami kendala. Warga sangat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, hari ini ada bantuan suplai air bersih dari BPBD,” ujar Suhadi.
Menurut Suhadi, pendampingan dilakukan untuk memastikan warga yang terdampak kekurangan air tidak terlewat dalam pembagian bantuan.
Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan perangkat desa juga mengawasi langsung proses distribusi agar setiap warga mendapatkan bagian air bersih secara merata.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, menjadi salah satu pihak yang menangani distribusi bantuan air bersih bagi wilayah yang terdampak kekeringan.
Penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah daerah menghadapi dampak musim kemarau yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Ponorogo.
BPBD bersama unsur TNI, Polri, dan pemerintah desa terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.



