BERITAPONOROGO.COM: Sebanyak 28 santri madrasah diniyah asal Ponorogo membawa nama Bumi Reog dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) tingkat Jawa Timur di Kabupaten Lumajang.
PORSADIN Jatim digelar pada 25–27 September 2026. Puluhan santri yang sebelumnya lolos seleksi tingkat kabupaten tersebut menjadi wakil Ponorogo dalam ajang yang mempertemukan santri madrasah diniyah dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Sebelum bertolak ke Lumajang, 28 santri tersebut dilepas langsung oleh Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dari halaman Pringgitan Rumah Dinas Bupati, Jumat (25/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Lisdyarita memberikan pesan kepada para santri agar tidak hanya mengejar kemenangan. Menurutnya, PORSADIN juga menjadi ruang untuk membangun karakter, memperluas pengalaman, dan mempererat silaturahmi.
“Jaga sportivitas. Ini bukan hanya menang kalah tapi juga sikap sportif dan beradab. Jangan pernah takut tapi juga jangan berpuas diri, tetap fokus apa yang mau dilombakan,” pesan Lisdyarita.
Ia juga berharap para santri dapat pulang membawa pengalaman berharga dari ajang tingkat Jawa Timur tersebut.
“Semangat dan bismillah dapat membawa kemenangan. Sampai sana tetap jaga silaturahmi, bangun relasi, dan petik nilai-nilai berharga,” ungkapnya.
Kontingen Ponorogo sendiri mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan dalam PORSADIN. Ketua FKDT Ponorogo Sujarwo menyebut terdapat 14 cabang yang diikuti, terdiri dari 11 cabang seni dan tiga cabang olahraga/agama sesuai kategori perlombaan.
Bagi para santri, perjalanan ke Lumajang bukan sekadar tentang mmbawa pulang medali. Ada pengalaman dan keberanian yang ikut dibawa dari Ponorogo untuk tampil di panggung Jawa Timur.
Madrasah diniyah menjadi salah satu ruang tumbuh bagi generasi muda Ponorogo. Di sana, para santri tidak hanya belajar ilmu keagamaan, tetapi juga mengembangkan bakat, keterampilan, dan kepercayaan diri.
Kini, 28 santri tersebut membawa satu nama yang sama: Ponorogo.
Dari ruang-ruang madrasah diniyah di Bumi Reog, mereka melangkah ke tingkat provinsi. Apa pun hasil perlombaannya, pengalaman di PORSADIN menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk terus belajar, berprestasi, dan membawa nama baik daerah.




